Jabarpos.id – Sebuah transaksi besar mengguncang pasar saham, melibatkan emiten milik Sugianto Kusuma alias Aguan. Sebanyak 178 juta lembar saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berpindah tangan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (9/10/2025).
Yang mengejutkan, transaksi jumbo ini dilakukan di bawah harga pasar, yakni Rp 14.075 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai angka fantastis, Rp 2,51 triliun.

Pada pukul 11.30 WIB, saham PANI berada di level Rp 14.900, mengalami penurunan sebesar 3,1%. Penurunan ini terjadi seiring dengan adanya transaksi besar di pasar negosiasi tersebut.
Sebelumnya, pada tanggal 6 Oktober 2025, transaksi serupa juga terjadi di pasar negosiasi. Buana Kapital Sekuritas bertindak sebagai broker yang memfasilitasi penjualan 178 juta saham PANI dengan nilai yang sama, Rp 2,51 triliun.
Dua sekuritas yang menjadi pembeli dalam transaksi ini adalah Trimegah Sekuritas Indonesia dan Yulie Sekuritas Indonesia. Masing-masing perusahaan membeli 89,2 juta saham PANI dengan nilai Rp 1,25 triliun.
Hingga 30 September 2025, tercatat empat penerima manfaat akhir PANI, yaitu Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, Richard Halim Kusuma, dan Hindarto Budiono. Alexander dan Richard diketahui merupakan putra dari Aguan, sementara Susanto Kusumo adalah saudara dari Aguan. Mereka mengendalikan PANI melalui PT Multi Artha Pratama.
Transaksi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor. Mengapa saham PANI dilepas dalam jumlah besar dan di bawah harga pasar? Apa motif di balik transaksi jumbo ini? Pasar akan terus memantau perkembangan situasi ini untuk mencari jawaban atas misteri ini.





