Jabarpos.id – Tiga emiten BUMN Karya, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), kompak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Desember 2025. Agenda utama? Perombakan susunan pengurus dan penyesuaian anggaran dasar, memicu spekulasi terkait persiapan merger yang tengah digodok Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ketiga perusahaan konstruksi pelat merah ini akan membahas persetujuan perubahan anggaran dasar, sehubungan dengan Surat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Nomor S-23/BPU/10/2025. Adhi Karya dalam keterangannya menyebut penyesuaian ini dilakukan agar selaras dengan ketentuan UU 16/2025 dan memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Selain itu, RUPSLB juga akan membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 kepada Dewan Komisaris. Langkah ini sesuai dengan ketentuan Pasal 15 G ayat (5) Undang Undang No 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Yang menarik, ADHI secara khusus akan melakukan perubahan susunan pengurus perseroan. Sementara itu, WIKA akan meminta persetujuan perubahan penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang merupakan bagian dari Penambahan Modal Melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II.
Jadwal RUPSLB masing-masing perusahaan adalah sebagai berikut:
- PTPP: 18 Desember 2025 pukul 14.00 WIB di kantor PT PP (Persero) Tbk, Auditorium Lantai 1 Plaza PP, Wisma Subiyanto.
- ADHI: 16 Desember 2025 pukul 14.00 WIB di Gedung MTH 27 Office Suites Jl. M.T. Haryono, Kavling 27, Jakarta Timur.
- WIKA: 15 Desember 2025 pukul 14.00 WIB di WIKA Tower 2 Ruang Serbaguna Lt.17 Jl. D.I Panjaitan Kav.9-10, Jakarta Timur.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf menyatakan bahwa aksi korporasi terkait proses merger, holdingisasi, hingga pembubaran BUMN sedang dikaji. Ia berharap proses penggabungan BUMN Karya dapat rampung pada Desember ini.





