close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.6 C
Jakarta
Sabtu, Februari 28, 2026

DRMA Bidik Pasar EV Raksasa

spot_img

Optimisme membara di industri suku cadang otomotif Indonesia. Direktur Utama PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Irianto Santoso, dengan yakin memandang prospek cerah sektor ini, terutama dengan langkah ekspansi strategis yang tengah digarap perusahaannya. Informasi yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan bahwa DRMA tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan daya saing, tetapi juga agresif memperluas jangkauan pasar, termasuk ke ranah kendaraan listrik.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, DRMA menargetkan akuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia pada tahun 2026. Transaksi senilai Rp 41 miliar ini akan membawa DRMA masuk lebih dalam ke segmen komponen mobil, khususnya produksi plastik otomotif presisi tinggi untuk kendaraan roda empat. Langkah korporasi ini menegaskan komitmen DRMA untuk memperkuat posisinya di pasar komponen otomotif konvensional.

Baca juga:  Arus Lalin Cianjur-Puncak Dialihkan, Penertiban Kios Ilegal di Puncak Digelar
DRMA Bidik Pasar EV Raksasa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tidak berhenti di situ, DRMA juga telah mengakuisisi lahan pabrik baru di kawasan industri MM210. Lahan ini diproyeksikan untuk pengembangan Manufacturing Battery Energy Storage Systems (BESS), sebuah langkah strategis untuk menangkap peluang besar dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) yang berkembang pesat di Indonesia. Inisiatif ini menandai diversifikasi bisnis DRMA menuju teknologi masa depan.

Baca juga:  Dana Mengendap di Rekening Anda Berapa

Meski demikian, industri otomotif secara keseluruhan masih mengharapkan uluran tangan pemerintah. Dukungan terhadap perbaikan ekosistem bisnis, termasuk bagi produsen suku cadang, menjadi krusial. Peningkatan daya beli dan serapan pasar domestik adalah kunci, sementara pasar ekspor saat ini masih menjadi tulang punggung utama bisnis komponen otomotif Indonesia.

Dengan serangkaian manuver korporasi ini, DRMA menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan sekaligus meraup potensi keuntungan besar di masa depan industri otomotif, khususnya di era elektrifikasi. Strategi ekspansi ini diprediksi akan menjadi sorotan utama hingga tahun 2026.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait