jabarpos.id, Jakarta – Jajaran petinggi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membuat gebrakan di penghujung tahun 2025. Direktur dan Komisaris perusahaan produsen susu terkemuka ini secara kolektif memborong saham perseroan dengan total nilai fantastis, mencapai Rp1,8 miliar. Aksi pembelian saham ini tercatat dilakukan pada 30 Desember 2025.
Menurut laporan kepemilikan saham yang dirilis KSEI, Direktur Ultrajaya, Sabana Prawira Widjaja, menjadi salah satu yang aktif dalam transaksi ini. Ia tercatat membeli sebanyak 700.000 lembar saham ULTJ. Dengan harga transaksi Rp1.440 per saham, total nilai pembelian Sabana mencapai Rp1 miliar.

Setelah transaksi ini, kepemilikan saham Sabana Prawira Widjaja di ULTJ mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 5.527.219.300 saham, kini menjadi 5.527.919.300 saham. Meskipun jumlah sahamnya bertambah, porsi hak suaranya tetap stabil di angka 53,16%. "Tujuan transaksi adalah bisnis dan jenis transaksi adalah pembelian," demikian kutipan dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima jabarpos.id pada Selasa (6/1/2026).
Tak hanya Sabana, Komisaris Ultrajaya, Suhendra Prawira Widjaja, juga turut serta dalam aksi korporasi ini. Suhendra membeli 550.400 lembar saham biasa ULTJ. Dengan harga yang sama, Rp1.440 per saham, nilai total pembelian Suhendra mencapai sekitar Rp792,57 juta.
Transaksi ini juga berdampak pada peningkatan kepemilikan saham Suhendra. Jumlah sahamnya naik dari 126.051.060 menjadi 126.601.460 saham. Porsi hak suaranya pun sedikit terkerek, dari 1,21% menjadi 1,22%.
Di sisi lain, pergerakan harga saham ULTJ terpantau stagnan pada penutupan perdagangan hari ini, berada di level Rp1.435. Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sebesar Rp16,52 triliun. Aksi borong saham oleh jajaran direksi dan komisaris ini seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal positif kepercayaan internal terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan, menunjukkan keyakinan mereka pada fundamental dan potensi pertumbuhan Ultrajaya.





