Jabarpos.id – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) akhirnya mengungkap identitas pemilik manfaat akhir atau beneficial owners mereka. Langkah ini merupakan respons atas surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Februari 2026, yang meminta penjelasan terkait pengungkapan Beneficial Owner dalam Laporan Formulir E009 Perseroan.
Menurut keterangan resmi dari Sekretaris Perusahaan AMAR, Elsa Enda Dwita Purba, informasi mengenai Ultimate Beneficial Owners (UBO) Perseroan sebenarnya telah diungkapkan secara transparan sejak Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dan tidak mengalami perubahan hingga saat ini.

Elsa menjelaskan bahwa UBO AMAR adalah Tolaram Family Trust, sebuah lembaga trust yang dibentuk berdasarkan hukum Jersey. Lembaga ini secara tidak langsung memegang 100% kepemilikan saham pada Tolaram. Lebih lanjut, pemilik manfaat dari Tolaram Family Trust dengan kepemilikan manfaat lebih dari 5% adalah Mohan K Vaswani, Vishamkar Tikamdas Adnani, Sajen Aswani, Harkishin Ghanshamdas Aswani, Narinder Kumar Ghanshamdas Aswani, dan Ishk Tolaram Foundation Ltd.
"Informasi ini telah tersedia untuk publik sejak proses IPO dan dapat dilihat pada Prospektus Perseroan bagian XVII mengenai Pendapat dari segi Hukum pada halaman 6, dengan struktur kepemilikan saham yang diilustrasikan pada halaman 71," ujar Elsa dalam keterbukaan informasi.
Struktur kepemilikan manfaat ini didukung oleh dokumen-dokumen pendukung yang telah disampaikan kepada otoritas terkait, termasuk Trustee Declaration tertanggal 7 Oktober 2019 dan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 9 Desember 2019.
Elsa menegaskan komitmen Perseroan untuk mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan siap untuk melakukan penyesuaian atas penyampaian Formulir E009 sesuai dengan arahan Bursa, dengan tetap mengacu pada informasi beneficial ownership yang telah diungkapkan kepada publik.
Tolaram Group, yang menjadi pengendali AMAR, didirikan oleh Khanchand Vaswani, putra bungsu dari Seth Tolaram. Keluarga Vaswani pindah ke Indonesia pada tahun 1948 dan memulai bisnis ritel tekstil di Malang. Pada 1970-an, perusahaan ini melebarkan sayap ke luar negeri dan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada tahun 1975. Kini, Tolaram telah berkembang menjadi konglomerasi global dengan bisnis yang mencakup barang konsumer, layanan teknologi finansial, serta infrastruktur dan industri.





