close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.6 C
Jakarta
Sabtu, Februari 28, 2026

Transaksi Digital BNI Meledak, Ada Apa dengan Korporasi?

spot_img

Jabarpos.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus memacu inovasi layanan keuangan digitalnya, terutama bagi segmen korporasi, melalui platform BNIDirect. Platform ini menjadi andalan BNI dalam memberikan layanan cash management yang cepat, mudah, dan aman bagi nasabah bisnis dan institusi.

Sepanjang tahun 2025, BNIDirect mencatatkan nilai transaksi fantastis, mencapai Rp11.406 triliun. Angka ini melonjak 26% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp9.025 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh dominasi transaksi dari nasabah korporasi yang mencapai 78% dari total nilai transaksi, serta peningkatan jumlah nasabah BNIDirect yang mencapai 261 ribu pada akhir Desember 2025.

Baca juga:  Rupiah Menanti Angin Segar: Investor Asing Lirik Peluang di Balik Bayang-Bayang The Fed
Transaksi Digital BNI Meledak, Ada Apa dengan Korporasi?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Transformasi yang dilakukan BNI pada BNIDirect, dengan tampilan yang lebih simpel, cepat, dan personal, turut berkontribusi pada peningkatan ini. Fitur-fitur seperti real-time cash visibility dan single authorization juga mempermudah transaksi bagi UMKM. Alhasil, saldo giro transaksional BNI meningkat signifikan sebesar 43,8% secara year-on-year (YoY).

Dari sisi penyaluran kredit, BNI mencatatkan pertumbuhan yang solid. Kredit korporasi mencapai Rp518,2 triliun hingga akhir Desember 2025, meningkat 20,01% YoY. Sektor swasta atau institusi menyumbang Rp336,3 triliun, sementara sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp181,9 triliun.

Baca juga:  Mimpi Damai Rusia-Ukraina Hantui Harga Minyak Dunia, Kok Bisa?

Tiga sektor industri utama yang mendorong pertumbuhan kredit BNI adalah infrastruktur, air, listrik, dan gas, serta sumber daya alam (SDA). Industri infrastruktur mencatatkan pertumbuhan tertinggi, mencapai 139% YoY, diikuti oleh industri air, listrik, dan gas (43% YoY) dan SDA (17% YoY).

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengungkapkan bahwa strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global.

Baca juga:  Bank Kredivo Siapkan Tiga Jurus Jika OJK Berubah

Kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang tangguh, dan kualitas aset yang membaik, mengantarkan BNI meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang tahun 2025.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait