Jabarpos.id, Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah gencar melakukan perombakan besar-besaran. Langkah strategis ini diambil demi meningkatkan kinerja perusahaan di era digital yang semakin kompetitif. Salah satu fokus utama Telkom adalah merampingkan jumlah anak perusahaan dan memusatkan perhatian pada empat pilar bisnis inti.
Saat ini, Telkom memiliki sekitar 60 anak perusahaan, di mana 49 di antaranya dikendalikan langsung. Namun, banyak anak usaha yang memiliki lini bisnis dan target pasar serupa. Hal ini mendorong Telkom untuk melakukan merger dan konsolidasi. Tujuannya, agar bisnis lebih terstruktur dan konsumen tidak kebingungan dengan berbagai produk yang ditawarkan.

Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun ke depan, jumlah anak usaha akan dipangkas menjadi sekitar 20 perusahaan saja. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental perusahaan dan menata ulang aset anak usaha, seperti pemisahan aset fiber ke InfraNexia.
Strategi ini bukan hanya soal efisiensi. Telkom ingin memperkuat empat lini bisnis utama, yaitu business to consumers (B2C), business to business (B2B) infrastruktur, B2B Information and Communications Technology (ICT), dan bisnis internasional. Pemanfaatan aset digital seperti satelit, fiber optic, dan data center juga menjadi prioritas.
Honesti Basyir, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, menambahkan bahwa Telkom aktif mencari mitra strategis global untuk mengembangkan data center. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan tinggi dari cloud dan konten global, serta meningkatkan nilai data center.
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai bahwa pemangkasan anak usaha adalah langkah yang tepat. Struktur perusahaan yang besar dan kompleks selama ini perlu disederhanakan. Divestasi dan konsolidasi akan membuat bisnis Telkom lebih fokus pada sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi, seperti konektivitas, data center, dan layanan digital.
Senada dengan Wafi, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, berpendapat bahwa pemangkasan anak usaha merupakan upaya Telkom untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Divestasi akan membuat Telkom lebih fokus pada sektor telekomunikasi digital yang menjadi penopang utama kinerja perusahaan.





