Penjualan Mobil Bekas Terpuruk, Kredit Ketat Jadi Biang Kerok

spot_img

Tangerang – Pasar mobil bekas di Indonesia tengah mengalami masa sulit, mengikuti jejak pasar mobil baru yang juga lesu. Pengetatan kredit mobil menjadi penyebab utama penurunan transaksi jual-beli mobil seken.

Agustinus, pemilik Diler Focus Motor Group, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global dan nasional yang sedang turun juga ikut memengaruhi pasar mobil bekas. "Ada penurunan (penjualan mobil bekas pada 2024). Terasa," ujar Agustinus saat ditemui di Soft Launching Bursa Mobil Pusat Otomotif Indonesia (POIN) PIK 2, Rabu (21/8/2024) di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten.

Baca juga:  AUKSI Beri Diskon Asuransi Mobil hingga 35% untuk Pemenang Lelang

Penjualan Mobil Bekas Terpuruk, Kredit Ketat Jadi Biang Kerok

Meskipun tidak ada data penjualan mobil bekas yang terpusat dan menyeluruh seperti yang dimiliki Gaikindo untuk pasar mobil baru, Agustinus melihat penurunan pembiayaan kredit mobil sebagai indikator yang kuat. Data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menunjukkan penurunan pembiayaan kredit mobil sebesar 15 persen selama Januari-Juli 2024.

"Mobil bekas ini tidak ada indikator (volume penjualan nasional). Jadi, kami indikatornya dari leasing. Kalau leasing ada penurunan, artinya penjualan mobil bekas menurun. Indikatornya dari situ," jelas Agustinus.

Baca juga:  Wuling Binguo EV Tetap Jadi Raja di Segmen Mobil Listrik

Pengetatan kredit mobil, menurut Agustinus, menjadi penyebab utama lesunya penjualan mobil bekas pada 2024. "Jelas, leasing diperketat (yang jadi penyebabnya). Mungkin karena banyak NPL (non performing loan/kredit macet) yang naik juga. Keadaan ekonomi juga, kan, memang lagi tidak baik-baik saja. Tapi, saya berharap pasti akan ada masa bangkitnya lagi dan menurut saya itu tidak lama lagi terjadi," ungkapnya dengan optimis.

Baca juga:  Rangka eSAF Honda: Inovasi Ringan, Tantangan Karat

Di tengah kondisi pasar yang kurang bergairah, para pedagang mobil bekas dituntut untuk berpikir kreatif. "Jurus" yang diterapkan setiap diler bisa berbeda-beda, dengan hasil yang juga berlainan.

"Kami di Focus Motor Group bisa tumbuh. Penjualan kami dari bulan enam ke bulan tujuh itu naik dua kali lipat," klaim Agustinus.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait